Beranda | Layanan | Layanan Unggulan

Inseminasi Intra-Uterine (IIU)

Apa itu Inseminasi Intrauterine?

 

Inseminasi intra Uterine (IIU) adalah salah satu teknik inseminasi buatan yang paling banyak digunakan untuk menangani ketidaksuburan. Tindakan ini dilakukan dengan meletakkan sperma di dalam rahim, tuba falopi, atau leher rahim saat ovarium menghasilkan sel telur, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan. Dibandingkan prosedur bayi tabung, IIU lebih minim sayatan dan biayanya lebih terjangkau.

 

 

Siapa yang Perlu Menjalani Inseminasi Intrauterine &

Hasil yang Diharapkan

 

Sebelum memilih untuk menjalani teknik reproduksi berbantu jenis apapun, pasangan suami istri biasanya akan menjalani serangkaian uji kesehatan untuk mengetahui penyebab ketidaksuburan. Pasangan akan disarankan untuk menjalani IUI apabila ketidaksuburan mereka disebabkan oleh salah satu atau gabungan dari faktor berikut:

 

  • Ketidaksuburan yang tidak diketahui penyebabnya. Ini adalah kasus di mana penyebab ketidaksuburan tidak dapat diketahui melalui uji ketidaksuburan biasa. Berdasarkan penelitian, ada 20% pasangan tidak subur yang penyebab ketidaksuburannya tidak diketahui.

 

  • Cairan leher rahim yang terlalu kental. Leher rahim, yang terletak di ujung bawah vagina, akan mengeluarkan cairan ketika wanita menghasilkan sel telur. Cairan tersebut dapat membantu perpindahan sperma dari vagina ke tuba falopi. Namun, ada kasus di mana tubuh menghasilkan cairan leher rahim yang terlalu kental, sehingga sperma tidak dapat berpindah ke tuba falopi.

 

  • Sperma yang abnormal. Kelainan pada sperma adalah salah satu penyebab paling umum mengapa pasangan suami istri tidak dapat memiliki keturunan. Kelainan yang biasanya terjadi adalah pergerakan sperma yang lemah, jumlah sperma yang kurang dari rata-rata, dan kelainan ukuran sel sperma.

 

  • Endometriosis adalah penyakit yang ditandai dengan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim, bukan di dalam rahim seperti seharusnya.

 

  • Adanya jaringan luka pada leher rahim akibat tindakan yang pernah dijalani.

 

  • Impotensi

 

Inseminasi intrauterine sebaiknya tidak dilakukan pada wanita yang menderita penyakit serius pada tuba falopi atau memiliki riwayat terkena infeksi pada panggul.

Spermatozoa milik siapa ?

 

Pada keadaan biasa dan sesuai hukum di Indonesia, maka tindakan IIU dilakukan hanya menggunakan spermatozoa suami. Pada keadaan kelainan spermatozoa, maka dikembangkan teknik lain yaitu teknik manipulasi mikro yang disebut Injeksi Spermatozoa Intra Sitoplasmik (ISIS), dimana dilakukan penyuntikan sel sperma ke dalam sel telur untuk proses pembuahan.

 

Cara Kerja Inseminasi Intrauterine

 

Sebelum IIU dilakukan, suami akan memberikan sampel air mani, yang akan dibersihkan untuk menghilangkan zat selain sperma, sehingga dapat mengurangi kemungkinan tubuh akan memberikan reaksi negatif terhadap sampel tersebut. Dalam proses ini, sel sperma yang berkualitas rendah akan dihilangkan, untuk mendapatkan sampel yang hanya terdiri dari sel sperma yang sehat.

 

Tergantung pada penyebab ketidaksuburan, istri dapat diberi obat penyubur seminggu sebelum ia mengalami ovulasi. Kemudian, ia akan diminta untuk mengawasi tanda-tanda ovulasi yang akan terjadi. Prosedur ini dapat dilakukan di rumah sakit dengan menggunakan ultrasound transvaginal atau dengan menggunakan alat perkiraan ovulasi urin, yang dapat mendeteksi adanya hormon pelutein di urin. IIU biasanya dilakukan sehari atau dua hari setelah ovulasi.

 

IIU dapat diselesaikan dalam hitungan menit dan sangat mirip dengan tindakan Pap smear. Setelah sperma selesai diproses di laboratorium, sedikit sampel sperma akan dimasukkan ke kateter yang steril. Kateter tersebut akan dimasukkan ke rahim melalui leher rahim. Setelah itu, sperma akan disuntikkan ke rongga rahim.

 

Risiko Tindakan

 

Risiko tindakan IIU adalah sedikit. Pada kasus di mana didapatkan lebih dari 3 folikel dengan ukuran melebihi 14 mm terdapat risiko kehamilan ganda, yang dapat berarti pembatalan IIU. Kehamilan ganda berkaitan dengan tingginya angka abortus, bayi dengan berat badan lahir rendah dan masalah sosial lainnya. Tindakan juga bisa dihentikan bila ditemukan tanda-tanda hiperstimulasi ovarium (ovarian hiperstimulation syndrome), oleh karena itulah monitoring saat pengobatan selalu dilakukan. Dosis obat yang terlalu besar dapat menyebabkan perangsangan indung telur berlebihan yang dirasakan sebagai nyeri di perut.

 

Angka Keberhasilan

 

Angka keberhasilan super ovulasi dan IIU berkisar 10-15% per siklus, tapi dapat mencapai 50% setelah beberapa kali prosedur dalam setahun jika dilakukan pada keadaan spermatozoa normal dan saluran telur yang sehat. Yang berarti pada setiap 100 pasangan yang mengikuti prosedur IIU berulang dalam setahun, sekitar 50 akan hamil dan memiliki bayi sehat. Keberhasilan bervariasi tergantung pada jenis obat yang digunakan.  (Disadur dari berbagai narasumber)

 Ingin tahu lebih lanjut ?.....

 Silahkan datang dan berkonsultasi dengan para spesialis kami........

Kontak : 061-8004 5925 (Informasi & Pendaftaran Pasien - 24/7) 061-8004 5923 ( BPJS Kesehatan Center-Hari Kerja-08:00 s/d 16:00 wib) 061-883 1755 (Layanan Pasien Asuransi-Hari Kerja-08:00 s/d 16:00 wib)
E-mail : rsusylvani@gmail.com Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan No.21, Binjai, Sumatera Utara - 20748

© 2017 RSU SYLVANI - Sub Unit IT

Beranda

Back to top